Krisis 2008, Elliot Ness, G-20 London 2009, dan Panama Paper…

“to take action against non-cooperative jurisdictions, including tax havens. We stand ready to deploy sanctions to protect our public finances and financial systems.” [G20 Leader Statement, London Sumit 2 April 2009, poin 15 bullet 7]

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 4 April 2016:
Biar tidak kehilangan arah, ini loh pernyataan dari pertemuan pemimpin negara G-20 yang menyepakati untuk aksi membongkar abis yang bersembunyi di negara Tax Heaven…

Jadi, ini adalah G-20 Leader meeting sehabis krisis finansial di bursa New York September 2008, yang berdampak defisit fiskal ke Amerika Serikat dan Negara Eropa…

Kalau Defisit, perlu dana masuk… ingat Eliot Ness di Untouchables dia menangkap Al Capone dari kejahatan pajak…

Karena, kalau defisit, maka pajak harus dikejar… sehingga isu mengejar dana pajak, suka atau tidak diinisiatif oleh megara maju (AS dan Eropa).

Bagi negara berkembang, seperti Indonesia yang tax ratio nya masih rendah. Tax heaven countries itu lebih untuk “sembunyi identitas” atas kepemilikan aset atau saham di usaha tertentu.

Nominee ini biasanya lebih ke penghindaran identitas, ya gampangnya Korupsi lah.

Makanya, Panama Paper yang menjadi aliansi investigasi jurnalis global, bagi negara maju seperti cerita “Eliot Ness”, tapi bagi negara berkembang membuka tabir nominee, isu pejabat publik dan politisi nya yang lebih menyeruak.

Ini, ngeri ngeri sedap, tak seperti wikileaks, panama paper adalah buah dari kesepakatan para pemimpin G-20 pada tahun 2009. JADI, boleh dikata ini investigasi legal yang inisiatifnya datang dari pemimpin formal.

Apa hasilnya? Ngak usah menduga-duga dulu, tulisan (blog) ini hanya mengantarkan saya untuk mengingat konteks awalnya darimana… ya, kalau berguna bagi yang ikut baca tulisan ini, Alhamdulillah…

Meski, tentu ini akan menarik jika ditarik di negara berkembang seperti Indonesia isunya hari ini ditambah ‘tax amnesty’

Saya melihat upaya negara maju untuk dana-dana keluar dari negara yang memberi kerahasian Bank seperti Swiss sudah dilalukan. Dimana Bank Sentral Swiss sudah memberlakukan zona bunga negatif. (Baca tulisan saya setahun lalu: kejarlah-usd-swiss-menjaring)

Jadi, ada sama kepentingan antara kita (negara berkembang) dengan negara maju, mengejar pajak. BEDANYA, negara maju jalankan jurus Eliot Ness, kita dirayu untuk Tax Amnesty.

Meraba keadaan (duga-duga) Panama Paper akan jadi “main kayu” negara maju kejar objek pajaknya setelah tak mempan dikasih bunga negatif. Kita, justru para penghindar pajak akan masuk kalau diberi amnesty dan tidak ditanya asal dananya.

Di negara berkembang, seperti saya duga di atas justru isu yang akan ramai adalah siapanya…. ini, entah kita sadari atau tidak akan juga menyulut Eliot Ness ala Jakarta, yaitu KPK.. sinyalnya sih sedikit terlihat…

selannjutnya, mari kita nonton arah keseimbangan baru dunia akan kemana?! Kita tak bisa menduga-duga. Sekali lagi, saya bukan investogator, bahkan dokumen Panama paper pun belum lihat.. hanya ramai di berita, jadi saya bloging untuk mengingat dan meraba konteks antar peristiwa… sebatas itu!

Salam #enjoyAja,
YANUAR RIZKY
WNI biasa aja

Sebelumnya elrizky.net

Membaca “Fist Travel” Dari Kacamata Produk Investasi (Bodong)

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.