alert “follow the money” US Dolar di Taman Bermain Rupiah..

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 10 Oktober 2015
: Oktober 2007: Pasar Saham Jakarta dan Kurs Rupiah menguat cepat, setelah sebelumnya dalam posisi melemah dikarenakan ketidakpastian paska sinyal terjadinya gagal bayar KPR (kredit perumahan di Perbankan Amerika Serikat…

#1 kalau dilihat arus uang beredar, maka saat itu om Bernanke sebagai Chairman The Fed melepaskan elastisitas bunga terhadap likuiditas pasar, dengan jalan memperbesar kuantitatif uang beredar melalui stimulus yang waktu itu disebut TAF (Term Auction Facilities)

September 2008: Market Crash di New York, karena program memperbesar uang beredar (kuantitatif) diveto Kongres, maka bulan madu saham dan rupiah pun ikutan balik kampung…

Maret 2009: setelah presiden baru terpilih dan parlemen baru terpilih, paket kebijakan meningkatkan uang beredar di pasar yang diusulkan The Fed kembali dipilih, kali ini dengan dukungan Pemerintah dan Parlemen, yang diintegrasikan ke dalam bauran kebijakan Quantitatie Easing (QE) The Fed dengan program Fiskal pemerintah AS di surat utangnya..

September 2011: Kongres AS mempertanyakan akhir atau normalisasi QE The Fed

Saat itu pasar keuangan mulai resah, termasuk saham di Jakarta mulai volatilitas dan itu juga saat Rupiah mulai melemah lagi

Juni 2012: The Fed mengajukan 2 ukuran berhentinya QE, angka pertumbuhan di AS, angka pengangguran serta normalisasi setelah itu ditambah angka targeted long run inflation di AS

Juni 2013: FOMC vote angkanya, distulah pasar tambah panas meriang…

2014: Angka target Pengangguran dan Pertumbuhan tercapai QE selesai (tapering off) … pasar lalu berhitung kenaikan bunga …

2015: pasar terus diajak main layangan isu bunga

Otober 2015: The Fed mengatakan long run inflation masih Rendah 1,7% dr angka targeted 2%… artinya bunga tidak jadi

#2 Rupiah dan Saham kembali kenceng, di global juga semua balik arah dan ada spekulasi Fed akan ambil QE lagi… tapi tanpa ada uang beredar kuantitatif baru mana bisa berbalik tajam… artinya jika kita ke #1 apa yang membuat Rupiah paling cepat? Padahal belum ada uang Kuantitatif baru?

Disinilah, Right Issue (penerbitan saham baru) HM Sampoerna (HMSP) menemukan benang merah… nilainya terbesar dalam sejarah right issue di Asia USD1,46billion… sekitar Rp21 Triliun

Jadi, posisi saat ini jika bunga (keynesian) tidak jadi pilihan, maka pasar akan jadi pilihan dengan menaikan kuantitatif uang beredar (friedman) terjadi… wabil khusus di Rupiah, kuantitatif ini tampaknya diambil insiatifnya oleh Philip Moris (PM), pemegang saham pengendali HMSP yang berkedudukan di Amerika Serikat…

Jangan bawa ke politik lokal dulu, pertanyaanya sekarang:

1. apa motif PM memegang saham baru HMSP dgn volume (kuantitatif) diperbesar?
2. Lalu uang Rp21T akan diapakan di HMSP?

Dua pertanyaan itu, harus diingat asumsi kita tidak berubah “rezim devisa bebas” alias bolak-balik uang keluar-masuk US Dolar di taman bermain pasar uang Rupiah adalah sah…

Sepanjang yang saya baca di mediajustru HMSP dalam masa “sunset induatri rokok” menutup pabrik, PHK sekitar 4800 orang, tapi paket kompensasi diberikan sangat menarik termasuk pembekalan wirausaha.

Barangkali, sebagian kecil dari dana RP21T untuk ini. Kalau iya, pemerintah harusnya mendahului kurva, memberi insentif usaha kecil dan menengah agar dana kompensasi yang diperoleh “eks HMSP” itu berputar jadi wirausaha baru betulan yang punya dampak ke fundamental ekonomi Indonesia.

Lalu, saya baca di berita juga HMSP tak berniat bangun pabrik baru… lalu, sebagian besar dana right issue sisanya untuk apa? Harusnya ini dicermati pemerintah dan mencoba membuat kebijakan yang membuat dana itu tetap berada di dalam arus perekonomian Indonesia.

Yang cukup repot, saham yang bisa dipakai sebagai instrumen ambil posisi di arus devisa bebas yang dipegang PM, karena ini juga menyangkut pertanyaan besar apakah The Fed abis ini tobat ngerjain emerging market? Atau ini strategi ambil nafas untuk jarak yang diperlebar? ..

Sudahi bertikai politisasi Rupiah, ini masalah kita bersama sebagai bangsa.. aaah, ya gitu deh… ini sekedar Alert dari yang terpikir aja dari #stockRepeatOnItself

Salam #enjoyAja
-yanuar Rizky, WNI biasa aja

Sebelumnya elrizky.net

Teknokrasi, Politisi, dan Penumpang Gelap

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.