Sekuritisasi Properti dan Mimpi Insentif Usaha Kecil-Menengah (Sektor Riil)

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet 29 Otober 2015:
Tahun 2005, Grup Lippo pernah terkena kasus “sekuritisasi properti” di Bank Lippo dari produk yang dikenal Kavling Serasi Lippo Karawaci..

Saat itu, baik BI maupun Bapepam menyatakan produk ini bukan bentuk penghimpunan dana nasabah yang dikenal dalam hukum perbankan (BI) dan juga pengertian sekuritisasi aset (efek) di pasar modal…

[Referensi Berita: http://m.detik.com/finance/read/2005/07/04/105748/396011/5/ dan http://m.detik.com/finance/read/2005/07/05/173816/397117/5/]

Sekuritisasi aset properti inilah yang dikenal DIRE dalam paket insentif 5 pemerintah kemarin, diluaran dikenal REIT…. tapi, diantara itu, krisis 2008 di Bursa New York diawali gagal bayar sekuritisasi properti (subprime mortgage) di perbankan AS Agustus 2007..

Produk ini membuat aset properti di perbankan menjadi alat likuiditas, sehingga ada insentif bagi perbankan mengelola likuiditasnya bersama pasar modal… ada cerita bagus, ada juga cerita muram.. karena itulah pasar “high risk, high return”

Di timeline facebook banyak berita yang hari ini James Riyadi seperti pahlawan mau bawa 35T dari Singapura dikarenakan DIRE diinsentif di paket kebijakan 5…

[Referensi Berita: http://m.kompas.com/properti/read/2015/10/28/214233121/Lippo.Berencana.Pindahkan.Rp]

Butuh 10 tahun bagi James untuk mewujudkan cita-citanya memainkan sekuritisasi properti, setelah kesandung “kavling serasi”, yang di tahun 2005 menjadi “investasi bodong” dalam arti tidak diatur dalam aturan Perbankan dan Pasar Modal.

Saat ini dengan DIRE (REITS) diakui sebagai sekuritisasi (alat likuiditas) pembiayaan aset properti, beserta insentif paket Kebijakan 5 yang menegaskannya ibarat pepatah bagi grup Lippo “dayung bersambut”.

jadi, kalau James sekarang paling “tersenyum” ya wajar karena trek rekord dia memang belum ada aturannya aja dia udah coba-coba main sekuritisasi properti, apalagi sekarang sudah boleh dan diberi insentif

Pola aksi-reaksi, antara kebijakan-pelaku usaha seperti story telling Lippo dengan Sekuritisasi Properti adalah contoh emur-baut dalam mesin perekonomian…

masalahnya, mimpi banyak pengusaha kecil dan menengah untuk diberi insentif mendorong usaha pemula (start up) menjadi berdaya saing (playing field) dalam perekonomian, tampaknya baru emur yang bautnya masih KWMI (Kaya Wacana Miskin Implementasi)

Semoga, nawa cita tidak hanya menjadi KWKI (Kaya Wacana Kaya Implementasi) buat cita-cita konglomerat dalam terus memainkan bisnisnya, tapi juga bagi banyak usaha kecil menengah. KALAU yang gede aja minta insentif, apalagi yang kecil. Bukan begitu logikanya?

-yanuar Rizky, WNI, pengusaha kelas start up biasa aja…

Sebelumnya elrizky.net

Teknokrasi, Politisi, dan Penumpang Gelap

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.