-Yanuar Rizky- status Facebook, 29 Juli 2015: Dalam sebuah rapat yang saya hadiri, dilaporkan hasil kajian iklim bahwa el nino akan kembali melanda Indonesia di semester 2 tahun 2015. Lalu, periset ini mengatakan ini diperkirakan sebesar tahun 97-98 di Indonesia. Lucunya, lalu peserta rapat bilang waduh koreksi asumsi kurs harus diikuti juga lingkungan iklim lagi nih…
-Yanuar Rizky- status Facebook, 26 Juli 2015: Orang Malaysia bilang gini “ini bukan soal Najib yang Mahatir serang, karena Mahatir pun dasarnya ingin anaknya segera menjadi pengganti Najib… tapi Najib ini membuat kita tak ada harganya, Ringgit bisa loncat dari 1USD = MYR3,4 tau-tau loncat MYR3,8… mudah saja lah orang teringat Mahatir jadinya” Lalu, saya bilang
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 3 Agustus 2015: Gini ya kalau mau dilihat itu ada tiga faktor terkait pasar keuangan: (1) Volatilitas; (2) Harga Penutupan; dan (3) Elastisitas Arbitrase antara pasar modal dan pasar uang Kalau Volatilitas meningkat, maka itu diakibatkan oleh aksi ambil untung jangka pendek (short) meningkat, kalau ini yang terjadi maka teorinya posisi long
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 12 Juli 2015: Dalam literatur manajemen strategi ada yang disebut dengan ‘strategi pertumbuhan negatif’, atau tindakan yang dengan sadar diambil untuk membuat pertumbuhan negatif (menurun) disaat peluang untuk tumbuh positif ruangnya sebenarnya masih ada… Kalau mau dirunut, ini ada teori dasarnua dalam ilmu ekonomi, yaitu ‘the law of deminishing return’ .. atau
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 5 Juli 2015: Kalau di treking tulisan dan pendapat saya di media (mainstream maupun sosial) sejak pelemahan Rupiah atas US Dolar di Kuartal 3 2011, saya usul operasi pasar terbuka valas dilakukan terfokus.. yaitu: (1) mengambil alih pengendalian SUN beredar ke sisi neraca moneter BI; dan (2) menghidupkan target nilai tukar ke