-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 16 September 2016: Sebuah berita di harian Singapura Straits Times memuat berita sebuah Bank di Singapura melaporkan ke penegak hukum laporan transaksi mencurigakan nasabah asal Indonesia, yang dipicu oleh ikutnya nasabah tersebut dalam program Tax Amnesty (TA) di negara asalnya Indonesia (baca di: http://www.straitstimes.com/business/banking/private-banks-in-singapore-reporting-indonesians-embracing-tax-amnesty-to-police) Dasarnya adalah ratifikasi aturan anti pencucian uang (Anti
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 10 September 2016: Di harian Kompas hari ini (10 September 2016) saya memberikan pendapat “…masih banyak investor masih memilih berinvestasi dalam Dollar AS”. Apa dasarnya? Konteks diskusi saya ketika ditelpon LAS dari Kompas kemarin sore adalah soal repatriasi dana dari luar negeri yang lambat, meski sudah didorong oleh tarif diskon besar-besaran dari
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 8 September 2016: Orat-oret ini ingin saya mulai dari konten berita lawas ini: http://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20150930093017-78-81750/menko-darmin-aturan-dhe-sempat-ditentang-keras/ Yang bicara bukan orang sembarangan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, yang juga mantan Gubernur BI Agar kita tidak lupa, hulu masalah dana-dana domestik di luar negeri bukanlah “Tax amnesty” tapi “repatriasi dana hasil ekspor (DHE)” Jadi, ketika DN di
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 23 Agustus 2016: Kemaren ada yang nanya pendapat saya soal sukuk tabungan… lalu, saya jawab “wah, saya belum tau detilnya”… Barusan googling, ooh rupanya ada instrumen baru yang dikeluarkan pemerintah (Departemen Keuangan), dalam trailer video dijelaskan Menteri Keuangan ini instrumen investasi untuk masyarakat untuk membiayai pembangunan. Tampaknya, syariah (sukuk) nya dilakukan pemerintah
-Yanuar Rizky- elrizkyNet, 10 Oktober 2016: Apakah krisis besar yang dipicu crash bursa New York 1929, yang kemudian menjadi krisis di Amerika Serikat dan juga kemudian (konon) menjalar jadi krisis ekonomi Dunia, terselesaikan dengan paket kebijakan New Deal Franklin D. Roselvelt (Presiden AS yang terpilih pada Pilpres tahun 1934)? Era New Deal yang dikenal juga