-Yanuar Rizky- status Facebook, 19 Agustus 2015: Ada beberapa sms ketika saya silent, karena rapat ke rapat smile emoticon Nanya pendapat saya soal persepsi investor terkait ributnya RR JK RS … semua itu nama pejabat lah Jujur aja, saya paling ngak tertarik membahas soal orang ribut ama orang, karena menurut saya itu politik.. Membawa soal politik
-Yanuar Rizky- status Facebook, 18 Agustus 2015: Neraca Perdagangan Surplus terbesar sejak 2014, tapi ekspor anjlok tajam tajam… Artinya, kalau ekspor anjlok tapi surplus naik, maka impornya juga amblas… Ini, sesuatu yang serius terkait daya kerja sekaligus daya beli… Kalau anda berbisnis, anda akan tau persoalan besarnya ada di Harga Pokok, jangankan marjin, tanpa marjin pun yang
-Yanuar Rizky- status Facebook, 16 Agustus 2015: Persoalan kita adalah perjuangan kelas (marxisme) dan kebebasan privat (liberalisme).. Kalau liat foto pesepeda di Jogja yang luar biasa menertibkan Harley Davidson (Moge) yang dikawal aparat kepolisian, kita akan ikut larut terhadap unsur kemuakan kita melihat si Kaya dan Aparat di ruang publik yang sok… #perjuanganKelas Tapi, begitu melihat meme
-Yanuar Rizky- status Facebook, 15 Agustus 2015: 13.860 Closing Rupiah (IDR) di pasar uang USD akhir pekan ini (sore Jumat waktu New York itu Subuh Sabtu Waktu Jakarta)… Ada poin menarik secara isu dan teknikal aspek di perdagangan pasar finansial itu sendiri… berulang kali BI, pemerintah, bahkan Bankir seperti Dirut Bank Mandiri mengatakan Rupiah secara fundamental
-Yanuar Rizky- status Facebook, 13 Agustus 2015: Ketika valuasi aset yang dihebohkan dengan yang disebut krisis kredit perumahan (2007) yang menyulut krisis bursa Wall Street (2008), banyak orang asyik bicara bangkrutnya Amerika Serikat… tapi, sangat jarang yang membahas kemana sebenernya aset-aset murah itu berlabuh… Soal ini, orang suka atau tidak kepada saya, faktanya saya sudah menulis