Petani dan Pertanian, Antara Jawa Dan Papua

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 25 Maret 2017:
Karena pekerjaan, sepanjang minggu ini saya mendapat banyak pelajaran soal petani dan pertanian dalam perjalanan dinas “Antara Jawa Dan Papua”

Diawali di Provinsi dan Kabupaten di Jawa Tengah, bersama pemprov, pupuk indonesia, bri, bulog, pokja pupuk kemenko ekonomi dan deptan melakukan peninjauan tahapan implementasi kartu tani di jateng… karena Jateng yang paling siap.

Lalu setelah selesai dari Jateng, ke Papua untuk meninjau gudang distribbusi pupuk di Sorong, Jayapura dan insya Allah besok di Merauke sekalian melihat proyek riset cetak sawah PI Pangan di Merauke..

di Jawa petani bingung pake kartu tani yang seperti mesin debit di merchant, dimana mereka mendapat alokasi pupuk subsidi langsung ke rekening individu petani yang berhak (petani lahan tak lebih dari 2 hektar) sesuai luas lahannya.

Buat yang belum tahu, untuk pupuk dan juga benih bersubsidi itu jalurnya adalah mendapat alokasi dalam daftar RDKK.

RDKK dibuat berjenjang dari petani, kelompok tani, lurah/kades, dinas pertanian dati II dati I dan ditetapkan Deptan Alokasinya.

Selama ini sering dibilang pupuk langka, masalahnya ya karena petani tersebut tidak ada dalam RDKK dan atau karena alokasi APBN terbatas maka bisa jadi ada yang terbagi kurang.

Soal ini adalah soal data, ide digitalisasi RDKK sebagai dasar pondasi Kartu tani adalah untuk tepat sasaran. Tapi, masalah selalu sama soal data kependudukan yang valid.

Perlu diakui pemprov dan pemda di wilayah Jateng paling progresif. DIMANA, data petani dan luas lahan dikerjakan dalam 2 tahun ini. Diinput dan disupervisi oleh tenaga penyuluh pertanian (PPL). Dalam dialog, petugas PPL di jawa rasionya 1:3, satu penyuluh mengurusi 3 desa. Ini terjadi, karena penurunan minat juga kaum terdidik muda bekerja sebagai PPL.

Tapi, data petani dan lahan di jateng sebagai dasat RDKK telah termigrasi data RDKK nya ke sistem database kartu tani dan terverifikasi.

Ketika saya duduk diantara petani di kelompok tani desa di pati. Dalam bahasa jawa, saya mengerti bahasa jawa sebagai warisan ketika kuliah di Jogja, dia mengatakan senang model lama lebih gotong royong.

Saya tanya kenopo Pak? Dia menjawab hanya kulo nipun 1 petak sawah, jatahe 17kg. Dia menjelaskan kalau waktu RDKK bisa diambil dalam kelompok tani sekarang harus masing-masing.

Lah, saya pikir itu kan tujuannya dan kritik banyak intelektual perkotaan soal tidak tepat sasaran. Dan yang sadis ada yang bilang mafia pupuk, dimana ketua kelompok tani lah yang berkuasa bagi-bagi jatah.

Saya jadi paham apa yang dikataka Steven Covey “think to understand and then to be understood”… mendengar sisi lain harus sebaik kita berbicara sisi lainnya..

Saya dijelaskan yang mungkin simpel buat kita orang kota, satu karung pupuk 50 kg kalau diambil per kilo dan ada yang terbuang siapa yang ganti pupuk yang kurangnya? Gitu kata pengecer di toko tani yang rata-rata dimiliki koperasi kelompok tani. Tempat untuk plastiknya biaya siapa?

Dan seterusnya, tapi yang paling menarik bagi saya dalam kerumunan itu para petani bilang kalau zaman dulu dengan kelompok kami bagi semua terbagi termasuk yang tidak ada di rdkk.

Semua itu justru yang ingin diatasi agar tepat sasaran, tapi ya masalah transformasi dan masalah mendasar seperti edukasi petani tetap saja tak bisa selesai dengan Digitalisasi IT. Itu tetap butuh waktu dan interaksi.

2017-03-25 18.12.10

Di Jateng juga saya mendapat fakta yang jelas, yaitu hilangnya regenerasi petani. Karena, petani usinya paling muda saya liat rata2 50 Tahun, setelah itu dibawahnya tidak lagi jadi petani

Ini tantangan bangsa agraris seperti Indonesia soal masa depannya “budaya agraris telah ditinggalkan, budaya industri belum betul betul dikuasai”.

Pulang dari semarang, saya langsung ke sorong. Sehari di Sorong melihat gudang distribusi pupuk yang berlokasi di daerah transmigran, generasi pendatang dari Jawa ke Papua di era program Transmigrasi orde baru sampai tahun 1990 an telah terlihat menjadi orang papua asal jawa. Merela lah rata-rata petani di papua, terutama sawah. Sedangkan masyarakat asli papu lebih ke kebun dan umbi-umbian. Disitu saya melihat sorong sudah seperti di jawa. Kata supir yang mengantar saya sudah 70% pendtang dan 30% orang papua rasionya.

Dari Sorong, saya ke Jayapura di gudang yang juga dekat daerah transmigran tapi posisinya beberapa kilometer dari perbatasan indonesia dengan papua new guinea.

Di Jayapura saya melihat banyak juga orang papua asli. Katanya mereka sudah ada yang belajar bersawah dan berkebun sayur mayur.

Lalu, saya mendengar cerita bahwa cari petugas PPL untuk verifikasi RDKK orannya bisa tidak tau dimana karena jaraknya yang luas. Masalahnya lebih dalam dari Jawa rasio PPL dan Desa lebih tinggi dan juga kapasitas PPL itu sendiri.

2017-03-25 18.05.48

Katanya disini orang papua asli tidak ngerti isi RDKK, kadang PPL juga disini ngak update. Lalu, kalau nebus pupuk ngak ada RDKK yang keluar konflik.

Sungguh ngak semudah ngebacot, untuk daerah sulit biaya lebih besar dan komitmen tenaga-tenaga adalah jempol yang harus kita berikan. Banyak orang bicara liberalisasi bicara pasar di jawa, padahal produsen seperti BUMN pupuk juga harus mengatasi dan menyediakan produk dan jasa layanan di daerah susah akses.

Jadi, kalau di papua jangankan transformasi RDKK ke digital untuk kartu tani, yang manual saja masih tertinggal.

Tapi, yang membanggakan di garis batas negara lalu saya melihat perbatasan sebagai pintu gerbang negara megah gedungnya. Saya melihat orang-orang dari papua new guinea belanja barang-barang ke pasar yang pedagangnya orang papua indonesia. Karena, harga lebih murah ini tampaknya kecil dalam catatan neraca perdagangan.

2017-03-25 17.58.08

Tapi, meski hanya pedagang mereka pun eksportir. Semoga besok di Merauke akan banyak lagi pelajaran bisa dipetik. Alhamdulillah.

2017-03-25 18.02.56

Salam #enjoyAja,

-Yanuar Rizky-
Tulisan ini adalah catatan ringan yang bersifat celoteh pribadi dalam perjalanan kedinasan yang bukan mencerminkan pendapat institusi (kapasitas) Yanuar Rizky sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia Holding Company

Sebelumnya elrizky.net

Membaca “Fist Travel” Dari Kacamata Produk Investasi (Bodong)

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.