Teknokrasi Ekosistem Pertanian: Sebuah Pelajaran Studi Banding Di Amerika Serikat (5))

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 8 Maret 2020:

Status Facebook Yanuar Rizky

Bulan Agustus 2018 saya berkesempatan menyerap pengetahuan melalui studi banding di eco-system Pertanian di Amerika Serikat.

Ketemu petani paman sam, liat cara mereka bertani, bertemu korporasi yang melayani produk dan jasa pertanian, mekanisasi, irigasi, citra satelit, digital (precission farming), big data (4.0), sampai ketemu parlemen dan pemerintahnya.

Yang menarik bagi saya, new deal paska krisis besar (depresi) dalam ekonomi AS 1929 melahirkan new deal, salah satunya green revolution melalui Agriculture Act 1933 (Undang Undang Pertanian).

Muaranya, bagaimana subsidi ke eco-system pertanian memberi kesejahteraan ke petani, menjamin produktifitas (kedaulatan pangan) serta menjamin pengendalian inflasi harga pangan di masyarakat.

UU ini mengatur bahwa soal Pangan adalah politik ekonomi negara, siapapun pemerintahnya.

Sehingga UU ini mewajibkan Kongres-Senat-Pemerintah menghasilkan arah politik ekonomi pertanian setiap 5 tahun sekali yang jadi acuan anggaran negara tiap tahunnya (US Farm Bill).

Setiap 5 tahun dipilih, karena proses pemilu di AS 4 tahun sekali. Sehingga, komitmen haluan bisa dijaga keberlanjutan sebagai pilihan berbangsa, bukan semata selera per pemerintahan yang tidak berkelanjutan.

Dalam hal ini, kita tertinggal di soal komitmen… apa kita menyalahkan amandemen UUD 45 karena menghapus GBHN..

Saya rasa terjebak di romantisme masa lalu tak ada gunanya. Harusnya kita punya new deal membuat acuan melalui UU yg melewati masa antar pemilu, seperti halnya US Farm Bill.

Sayangnya, tidak ada satu partai politik pun yang menawarkan resolusi new deal Acuan Konstitusi Pembangunan Pertanian Indonesia.

Populisme, anti impor, sembako murah dsbnya selalu jadi jualan copras capres. Dalam pelaksanaan, kita butuh bersepakat sebagai bangsa. Itulah pekerjaan rumah generasi milineal Indonesia, tanpa drama atas warisan dari generasi kolonial itu sendiri…

Sekedar pendapat, setuju boleh, tidak juga boleh, namanya juga negara demokrasi #enjoyAja

-Yanuar Rizky-
Komisaris Independen Pupuk Indonesia
(5 Juni 2015 – 6 Januari 2020)

Sebelumnya elrizky.net

Teknokrasi Ekosistem Pertanian: Sebuah Pelajaran Studi Banding Di Amerika Serikat (4))

Selanjutnya elrizky.net

Isu Corona, Harga Minyak dan Skenario Kecemasan di Pasar Keuangan

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.