-Yanuar Rizky- status Facebook, 30 Juli 2015: Dalam sebuah forum yang saya ikuti, BI menjelaskan bahwa Kebijakan penggunaan transaksi dalam Rupiah di wilayah NKRI adalah simbol kedaulatan yang diatur dalam UU tentang mata uang tahun 2011. Soal kedaulatan, tidak ada yang perlu kita perdebatkan, itu mutlak! Lalu, seperti layaknya sebuah kebijakan, diutarakan juga riset urgensi pelaksanaan
-Yanuar Rizky- status Facebook, 29 Juli 2015: Dalam sebuah rapat yang saya hadiri, dilaporkan hasil kajian iklim bahwa el nino akan kembali melanda Indonesia di semester 2 tahun 2015. Lalu, periset ini mengatakan ini diperkirakan sebesar tahun 97-98 di Indonesia. Lucunya, lalu peserta rapat bilang waduh koreksi asumsi kurs harus diikuti juga lingkungan iklim lagi nih…
-Yanuar Rizky- status Facebook, 27 Juli 2015: Dalam satu kesempatan, seorang pejabat tinggi negara di sektor ekonomi bertutur kepada saya, bahwa cerukan sektor informal ekonomi di negara seperti Indonesia adalah survival zone yang tidak dimiliki negara-negara maju. Dia pun melanjutkan opininya, misal maraknya kafe tenda paska 1998. Kalau dipikirkan sih ada benarnya juga sih, tapi makanan
-Yanuar Rizky- status Facebook, 26 Juli 2015: Orang Malaysia bilang gini “ini bukan soal Najib yang Mahatir serang, karena Mahatir pun dasarnya ingin anaknya segera menjadi pengganti Najib… tapi Najib ini membuat kita tak ada harganya, Ringgit bisa loncat dari 1USD = MYR3,4 tau-tau loncat MYR3,8… mudah saja lah orang teringat Mahatir jadinya” Lalu, saya bilang
-Yanuar Rizky- status Facebook, 24 Juli 2015: NUS (National University of Singapore), berada dalam radar peringkat Top 20 World Class University. Dari dunia yang sering interaksi dalam kehidupan globalisme (kapitalisme) dunia, yaitu alumni Top Business School (sekolah bisnis), NUS menempati peringkat 11 di dunia. Untuk Asia tentu saja peringkat 1. Ini rating yang menunjukan NUS Business