[note to mySelf] Soal Hadits dan Kaidah Akademik

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 25 Juni 2015:[note to mySelf]
soal menulis secara lepas atas dasar pengalaman (pengamatan) empiris sering saya lakukan di blog, itu udah seperti mengalirkan saja apa yang ada di pikiran untuk jadi tulisan.

NAMUN, menulis untuk kaidah ilmiah, empirikal saja tidak cukup, karena harus dicari runutan pendapat empiris sebelumnya secara teoritis. INI disebut literature review, sampai ke teori atau grand theory..

Kalau dalam jenjang pendidikan Doktoral itulah yang jadi dasar, begitu juga seorang dosen akan mendapatkan gelar Profesor dihitung dari banyaknya publikasi jurnal ilmiah..

Ilmiahnisasi ini saya tidak seproduktif cara menulis #enjoyAja dari empiris.. tapi, banyak sekali akademisi juga tak bisa membumikan buah pikirnya karena terlalu ilmiah, teoritis. Impaknya, tidak membumi sekaligus ketinggian bahasanya..

Yang benar adalah perpaduan empirisnya kuat, teorinya juga kuat, dan komunikasi pikirannya pun renyah dan mudah dipahami untuk jadi praktik sehari-hari setara dengan praktik terbaik (best practice).

Dalam cara yang sama, saya rasa tidak ada yang salah dengan Hadits dari sisi akademik. Sama halnya, para akademisi mencara review dari teori-teori terdahulu, haruslah ke teori yang sahih. JADI, soal sahih itu adalah metodologi dalam empiris terbaik yang diakomodasi juga dalam dunia akademik.

Dalam hal ini, memperkarakan sebuah hadits sahih hanya karena persoalan empiris pragmatis, menurut pandangan saya menunjukan seorang akademisi tidak konsisten dengan keyakinan metodologi akademik yang selalu jadi standarnya dalam berprofesi.

Apakah teori terbaik (best practice) dipraktikan, tidak semua seperti itu. TAPI, mengatakan praktik menyimpang dari teori terbaik tanpa punya legitimasi akademik melahirkan teori terbaik baru yang mengugurkan teori terbaik sebelumnya, adalah keangkuhan akademik yang lucu juga…

Tentu, dalam filsafat, kalau ke kitab suci yang dasarnya adalah Iman dan hidayah, referensi empirisnya ke para Nabi yang menerima wahyu yang jadi dasar keyakinan agama kita.

Dalam Islam (agama yang saya yakini), empirikal itulah Hadits nabi. Karena, jauhnya jarak ke kehidupan zaman nabi, maka jika dilihat sebuah hadits dikatakan shahih jika rumutan riwayat sampai ke Rasul itu adalah kriterianya. DAN, itu juga yang dianut standar ilmiah ‘literature review’ merunut pikiran terdahulu yang sampai ke pikiran yang jadi teori utamanya (grand theory).

Berlebih-lebihan menggunakan hadits untuk sekedar alat politik praktis, tentu itu bukan cara ideal mengkomunikasikan sebuah nilai menjadi praktik terbaik. TAPI, meremehkan hadits yang jelas shahihnya karena kepentingan politik sesaat, apalagi karena kita merasa benar sendiri, itu juga sama buruknya, dan tak berkontribusi apapun terhadap pembangunan nilai-nilai yang diyakini.

Jadi, saya apakah juga menjalankan kehidupan (praktik) dengan nilai-nilai terbaik yang disunahkan Rasul, jawabannya tidak berani mengatakan “iya”, wong apa-apa juga masih belajar. Tapi, secara akademik (bekal kesempatan berpendidikan, terpelajar), saya juga heran dengan para kaum terpelajar yang melecehkan hadits dari agama yang dia yakini juga.

Bagi saya, kalau tidak tau dan masih banyak kelakuan yang menyimpang, ya mendingan diam saja. Kalau menerima kaidah literatur review, maka jangan ingkari pula pendapat atas sebuah hadits harus didasarkan kesahihannya. Mau merubahnya, membangun hadits baru, ya kalau pakai iman harus nerima wahyu dulu :)

Aaaah cukup lah, ini cuman sekedar orat-oret yang ada di pikiran saya aja, tidak menilai orang lain.. karena hidup ada akhirnya, kita selesaikan semuanya dalam hisab di akhirat juga sendiri-sendiri.

INI hanyalah ‘note to mySelf’, menumpahlan apa yang jadi ‘auto critic’ buat diri saya sendiri, yang semoga suatu saat tulisan kecil ini dibaca oleh keturunan saya yang jadi tanggungjawab pertama saya sebagai kepala keluarga … #enjoyAja

-yanuar Rizky
seorang awam yang masih harus terus belajar

Sebelumnya elrizky.net

Teknokrasi, Politisi, dan Penumpang Gelap

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.