utak-atik gathuk Pinggiran Puzzle “isu panas Freeport”

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 19 November 2015:
“I would remind investors that Pumpkin Hollow is located in one of the safest and best jurisdictions on the planet. I would point out that among the top 10 copper producing countries, there’s China, Russia and the DRC, not to mention one of the worlds’ largest copper mines owned by Freeport-McMoRan in Indonesia” (Giulio Bonifacio, Nevada Copper’s CEO & President)

Itu adalah petikan wawancara MiningFeed, sebuah media di Amerika Serikat… Bonifacio adalah CEO Nevada Coopers, sebuah perusahaan Kanada yang beroperasi di Nevada…

Wawancara ini dilakukan terkait dengan diminatinya aset cooper Pumpkin Hollow yang dimiliki Nevada oleh Investor. MENARIKNYA, salah satu yang tertarik adalah Freeport Mc Moran

LALU, apa kaitannya dengan ‘puzzle’ hebohnya Freeport di Jakarta?

Dua paragraf di atas adalah hasil penelusuran saya terhadap puzle soal dokumen digunakannya jasa Lobyist di Amerika Serikat oleh Indonesia via Konsultan di Singapura (Peirera).

Lobyist dalam struktur politik di Amerika Serikat adalah hal biasa. Dimana, jika ingin mendekati policy maker di eksekutif dan parlemen, maka digunakanlah jada lobyist.

Secara konteks, saya tidak percaya bahwa lobyist dipakai untuk G to G, pertemuan antara Presiden Jokowi dan Presiden Obama. Untuk hal itu, jalur diplomatik antar negara telah mengaturnya.

TAPI, dalam setiap G to G tentu ada juga kepentingan pebisnis, baik di Indonesia mapun Amerika. Dari asumsi ini, saya penasaran siapakah pebisnis di Indonesia dan atau Amerika yang berkepentingan melobi policy maker di Amerika Serikat, khususnya ke Kongres dan Senat (parlemen).

Dokumen menunjukan Peirera melakukan kontrak dengan R&R Partner. Dalam data keterbukaan klien dari lobyist yang dikeluarkan CRP (Centre of Responsive Politic), kue R&R dalam kapitalisasi pasar di industri lobyist sangat kecil.

TAPI, ada yang menarik bagi saya, tahun 2014 klien yang menggunakan jasa lobyist R&R adalah Nevada Cooper, perusahaan yang tengah dilirik Freeport Mc Moran untuk diakuisisi. Menarik, seperti saya Quote di awal paragraf sang CEO Nevada pun menciptakan magnet ke Freeport dengan melirik potensi besarnya di Indonesia, papua.

Lalu, dari tahun 2007-2013 klien yang menggunakan jasa lobi R&R ke Kongres AS adalah Newmon. Nama ini tidak asing di Indonesia, karena sebelum Freeport perusahaan AS ini mengalami lebih dulu cerita perpanjangan kontrak di Indonesia serta isu divestasi sahamnya.

Tentu, saya hanya utak atik gatuk melihat puzle dari pinggiran satu per satu, sekedar mencari arah sinyal, belum membuktikan konten dan kebenarannya.

Sama halnya dengan Freeport, Newmon juga sangat berkepentingan untuk neraca konsolidasi dari ladang terbesarnya dari Indonesia. Karena, tanpa konsolidasi mereka akan kesulitan.

Begitu juga Freeport ditengah tekanan harga komoditas, mereka berkepentingan memberi sinyal ke pasar keuangan sinyal jangka panjangnya di papua, yang juga material bagi postur keuangan konsplidasi holdingnya Freeport Mc Moran.

Jadi, ada kepentingan korporasi Freeport Mc Moran untuk memberi good news ditengah tekanan harga komoditas dan kekhawatiran kontrak yang akan berakhir. Freeport membutuhkan sinyal jangka panjang dalam waktu yang pendek..

Uniknya, puzzle berikutnya saling bongkar dan menelanjangi antara para ponggawa di Indonesia mengantarkan puzzle yang terputus, yaitu emang ini urusan Freeport…

Ya, ujungnya semua punya kepentingan, ada makelar, ada kabir (kapitalis birokrat), dan tentu kepentingan Freeport sebagai korporasi. INILAH yang saling menunjukan puzzlenya, siapa mengadudomba siapa, atau playing victim dan menonjolkan heroik?

Waktu yang akan membuktikan, siapa yang berperan untuk kepentingan merah putih…

kalau sekedar sumbu pendek, puzzle nya masih terlihat adu antar genk kalau istilahnya Rizal Ramli…

Kalau ditarik ke puzzle kasus lain yang mungkin tidak teraba sebenernya antar genk ini sudah saling serang kasus juga, hanya yang ramai memang di hebohnisasi makelaran gaya main bilyar, mau incar bola 3 masih ada bola 1 dan 2, twmbak bola 1 mantul ke 2 dan kena deh bola 3 :)

sumbu panjang soal “atas nama rakyat” biarlah sang waktu yang menunjukannya siapa yang mengibarkan kepentingan merah putih! Selanjutnya, kita rakyat biasa perlu sabar nonton dengan temperatur #enjoyAja lah…

Disclaimer: ini analisa yang ringan aja, mengikuti rasa penasaran penulis menulusuri puzzle tercecer… yang sayang kalau cuman disimpan di pikiran liar, jadi utak atik gatuk ditulis aja sebagai curcol

-yanuar Rizky, WNI biasa aja

Sebelumnya elrizky.net

Teknokrasi, Politisi, dan Penumpang Gelap

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.