Sinyal “Gelas-Gelas Kaca’ Di Papan Catur Politik Ekonomi Negeri..

-Yanuar Rizky-
elrizkyNet, 2 Mei 2015:
Ada lagu zaman yang katanya pop cengeng “Gelas Gelas Kaca” di era 1980 an…

Dalam Testimoni pertamanya sebagai Chair The Fed Yellen mengatakan kebijakan Fed berdampak ke negara yang disebut “fragile country”

Fragile kalau di bungkus Gelas Gelas Kaca artinya awas gampang pecah…

Ada lagi sebuah Quote klasik tentang pasar keuangan ‘stock repeat on itself’ yang kemudian membuat cerita up and down di pasar adalah hal biasa yang berulang-ulang karena itu bagian dari nyari selisih.. selisih itulah yg jadi duit untung buat yang menjalankan strategi untuk itu (skenario)

Kemudian ada yang disebut krisis, itupun berulang-ulang. Sehingga, muncul istilah Doomsday Scenario (skenario menciptakan suasana krisis).

Kalau repeat patern (adalah pola berulang) maka kisaran terprediksi membuat keuntungan ‘terbagi’ (symetric), maka agar terjadi kejutan diperlukan informasi yang memprovokasi ke arah ‘pecahnya (fragile) gelas-gelas kaca’.. itulah (barangkali) muncul istilah ‘fragile country’ untuk istilah resiko suatu negara..

Saat ini, angin pasar financial global sedang menampakan gejala perubahan iklim, menjadi penting untuk menjaga tidak adanya isu yang dapat memicu doomsday scenario dipakai sebagai provokasi sang Bandar (Bandarnomics).

Entah disadari atau tidak, bangsa ini tengah bermain-main dalam ‘adu kuat politik’, semua dibuat rame. BAHKAN, terakhir cukup serius statement Presiden terkait kasus Novel sangat jelas, insubordinasi (tidak mengindahkan) perintah atasan (Presiden) juga tampak dari aparaturnya.

Lepas siapa yang benar dan salah, serta sah tidaknya intervensi. Sadar atau tidak sadar kita sedang terpancing menampilkan wajah retak dari gelas gelas kaca kepemimpinan negeri disaat iklim global pun sedang bergejolak.

Semoga desahan lirih lagu gelas-gelas kaca “… gelas gelas kaca bunyikan suaramu kuingin bertemu ayah bundaku…’ tidak terlantun oleh Rakyat kecil kebanyakan yang merasa yatim-piatu. KARENA, antar elit politik dan antar aparatur tidak bisa membangun saling respek di antara mereka. Kita tak pernah usai menonton papan catur ‘adu penentuan nasib’ diantara para penguasa, yang tak pernah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Semoga saja, kita tetap menjaga kondisi sehat wal’afiat tanpa sakit hati. #enjoyAja

-yanuar Rizky, WNI biasa aja

Sebelumnya elrizky.net

Jangan Ulang Cara Lama, Kunci Perbaiki Defisit Neraca Berjalan

Comments

  1. […] Itulah kemudian didorong bunga Fed naik untuk dorong Inflasi, tapi berdampak ke negara berkembang yang disebut Yellen 5 fragile country, sehingga The Fed melakukan jeda kebijakan normalisasi di akhir kuartal 1 (Q1) tahun 2014. (http://rizky.elrizky.net/sinyal-gelas-gelas-kaca-di-papan-catur-politik-ekonomi-negeri) […]

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.